Rabu, 08 Juli 2015

Motivator Muda, Siapa Takut??

Saya memulai profesi ini di usia 21 tahun. Masih belia, masih muda. Masih grubak grubuk, masih grusa-grusu. Namun seiring bertambah usia, makin bijaksana dan makin dewasa.

Nih ada 3 hal yang tidak saya lupakan saat saya melakukan kesalahan-kesalahan menjadi motivator di saat usia muda. Namun itu semua menjadi pembelajaran berharga untuk perbaikan ke depannya, dan untuk Anda pembicara pemula bisa menjadi pelajaran.

1. Lupa bawa laptop



Laptop, penting untuk peraga training



Saat itu diundang di PT Yutaka, sebuah pabrik untuk menghasilkan onderdil motor. Saya baru saja wisuda S1 paginya sekitar pukul 08.00 dan pukul 10.00 pagi harus meluncur dari Depok ke kawasan Jababeka, Cikarang. Untungnya ada sahabat saya yang membantu sebagai driver dan asisten. Nah saking buru-burunya akhirnya laptop yang berisi materi training itu ketinggalan.

Lalu gimana kelanjutannya? Alhamdulillah saya membawa beberapa alat games yang bisa mengisi untuk satu jam acara, sambil dengan jurus tangan kosong tanpa laptop dan tanpa slide alhamdullilah semua peserta termotivasi dan tidak merasakan adanya kekurangan yang ada di saya.

2. Salah prediksi tempat

Subang, ternyata jauh


Saat itu diundang oleh perusahaan besar di daerah Cempaka Putih. Saat ditelepon saya tahunya Subang. Berhubung saya kira dekat Bogor dan juga dekat Depok, tempat tinggal saya, ya saya sanggupi.

Eh ternyata, Subang yang dimaksud adalah sebelum Bandung. Mobil tidak ada, dan kalaupun pakai motor, tidak akan terkejar. Apalagi paginya saya baru balik dari Semarang. Jadi kondisi lelah luar biasa.

Akhirnya saya cancel dan saya mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya. Lalu saya silaturrahim ke klien saya tersebut sambil menenteng buah tangan yang bisa menjadi pelipur karena kecewa saya tidak jadi mengisi. Oleh karena itu, selalu cek tempat!!!

3. Gara-gara hemat


Bus padat, sesak, dan tidak nyaman


Wah, perjalanan Jakarta-Semarang memang singkat. Belum satu jam sudah mendarat. Padahal saat itu saya membawa satu asisten trainer. Tak dinyana saat pulang, saya belum dibelikan tiket pesawat, dan juga mau dibelikan tiket kereta juga habis.

Jatuhnya akhirnya kita naik bus. Busnya yang ekonomi tidak pakai AC dan saya kira jarak Semarang-Jakarta dekat. Ternyata jauh parah. Saya tidak enak kepada asisten trainer saya tersebut. Dan lain kali, kalau saya mengajak orang, teman, atau siapapun jangan hanya berbagi duka saja, namun juga berbagi suka.

Mungkin Anda tertawa, tapi saat saya menjalaninya berdegup jantung parah...Ternyata sekarang menjadi kenangan indah!

Jadi selagi muda, Anda ingin apa, seperti saya mau jadi motivator, lakukan saja. Dan kalau salah, ingat kata-kata saya ini, "kesalahan adalah bagian dari keindahan."

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Tidak ada komentar:

Posting Komentar