Rabu, 08 Juli 2015

Harusnya Kerja Itu Seperti Ini

Training Motivasi


"Apapun profesi Anda, pastikan Anda bisa terus belajar, Anda menambah relasi, dan yang terakhir Anda mendapat penghidupan yang sejahtera. Jangan pincang salah satunya," kata guru saya.

Nah, sebagai motivator, saya sangat bersyukur bahwa saya selalu terus belajar dan bertumbuh. Ketemu dengan orang-orang baru, berkunjung di tempat baru, dan seringkali selesai training, saya mengobrol dengan kepala sekolah, guru, atau manajer, atau pejabat-pejabat disana yang tentunya ini adalah tambahan ilmu baru buat saya.

Apapun profesi Anda, pastikan Anda tetap dan terus belajar sebagai rumus kerja di artikel ini.

Kedua, saya menambah jaringan baru. Bahkan facebook pertama saya sudah 5.000 teman lebih sehingga harus bikin facebook baru lagi. Yang mengucapkan hari raya, ulang tahun sangat banyak karena kontak telepon di handphone saya sangat banyak.

Apapun profesi Anda, Anda harus bertumbuh relasi. Relasi artinya rezeki.

Ketiga, pastikan juga profesi dan kerja Anda harus menghasilkan uang yang membuat hidup Anda sejahtera. Jika tidak, ganti. Seperti saya, rata-rata sekolah membayar jasa training motivasi bisa sampai 3 juta, bahkan kalau perusahaan bisa 5 juta. Tidak itu saja, pernah memegang event acara yang sampai puluhan juta.

Apapun profesi Anda, pastikan menjamin keberlangsungan hidup Anda untuk menjadi sejahtera.

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Saat Membahagiakan Orang Tua

Salah satu yang saya syukuri menjadi motivator, trainer dan public speaker adalah saat saya tampil di hadapan ratusan peserta dan ayah saya melihat dan mengamati saya dari belakang.

Saya merasakan betapa beliau bangga punya anak seperti saya. Bisa bermanfaat, bisa memotivasi, bisa membuat nangis ratusan peserta, bisa menggugah dan mengubah.

Pengalaman itu terjadi tepat tiga tahun saat saya menjalani profesi ini. Tempatnya di SMAN 67 Jakarta dan banyak guru-guru disana.

SMAN 67 punya cerita buat saya


Satu momen yang membuat saya terharu dan meneteskan air mata adalah, sengaja saya panggil ayah saya ke depan panggung dan saya katakan, "Terima kasih ayah sudah membesarkan saya hingga seperti ini."

Sontak semua meneteskan air mata.

Sekarang saya tantang Anda, apapun profesi Anda, buatlah bangga orang tua Anda. Ayah-ibu Anda...

Terus terang ibu saya sudah meninggal. Dan saya niatkan jika dalam training saya ada kebaikan, maka kebaikan tersebut saya persembahkan buat ibu saya yang meninggal. Saya ingin sekali jadi anak shaleh yang menjadi investasi mahal buat ibu saya di alam kekal.

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Motivator Muda, Siapa Takut??

Saya memulai profesi ini di usia 21 tahun. Masih belia, masih muda. Masih grubak grubuk, masih grusa-grusu. Namun seiring bertambah usia, makin bijaksana dan makin dewasa.

Nih ada 3 hal yang tidak saya lupakan saat saya melakukan kesalahan-kesalahan menjadi motivator di saat usia muda. Namun itu semua menjadi pembelajaran berharga untuk perbaikan ke depannya, dan untuk Anda pembicara pemula bisa menjadi pelajaran.

1. Lupa bawa laptop



Laptop, penting untuk peraga training



Saat itu diundang di PT Yutaka, sebuah pabrik untuk menghasilkan onderdil motor. Saya baru saja wisuda S1 paginya sekitar pukul 08.00 dan pukul 10.00 pagi harus meluncur dari Depok ke kawasan Jababeka, Cikarang. Untungnya ada sahabat saya yang membantu sebagai driver dan asisten. Nah saking buru-burunya akhirnya laptop yang berisi materi training itu ketinggalan.

Lalu gimana kelanjutannya? Alhamdulillah saya membawa beberapa alat games yang bisa mengisi untuk satu jam acara, sambil dengan jurus tangan kosong tanpa laptop dan tanpa slide alhamdullilah semua peserta termotivasi dan tidak merasakan adanya kekurangan yang ada di saya.

2. Salah prediksi tempat

Subang, ternyata jauh


Saat itu diundang oleh perusahaan besar di daerah Cempaka Putih. Saat ditelepon saya tahunya Subang. Berhubung saya kira dekat Bogor dan juga dekat Depok, tempat tinggal saya, ya saya sanggupi.

Eh ternyata, Subang yang dimaksud adalah sebelum Bandung. Mobil tidak ada, dan kalaupun pakai motor, tidak akan terkejar. Apalagi paginya saya baru balik dari Semarang. Jadi kondisi lelah luar biasa.

Akhirnya saya cancel dan saya mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya. Lalu saya silaturrahim ke klien saya tersebut sambil menenteng buah tangan yang bisa menjadi pelipur karena kecewa saya tidak jadi mengisi. Oleh karena itu, selalu cek tempat!!!

3. Gara-gara hemat


Bus padat, sesak, dan tidak nyaman


Wah, perjalanan Jakarta-Semarang memang singkat. Belum satu jam sudah mendarat. Padahal saat itu saya membawa satu asisten trainer. Tak dinyana saat pulang, saya belum dibelikan tiket pesawat, dan juga mau dibelikan tiket kereta juga habis.

Jatuhnya akhirnya kita naik bus. Busnya yang ekonomi tidak pakai AC dan saya kira jarak Semarang-Jakarta dekat. Ternyata jauh parah. Saya tidak enak kepada asisten trainer saya tersebut. Dan lain kali, kalau saya mengajak orang, teman, atau siapapun jangan hanya berbagi duka saja, namun juga berbagi suka.

Mungkin Anda tertawa, tapi saat saya menjalaninya berdegup jantung parah...Ternyata sekarang menjadi kenangan indah!

Jadi selagi muda, Anda ingin apa, seperti saya mau jadi motivator, lakukan saja. Dan kalau salah, ingat kata-kata saya ini, "kesalahan adalah bagian dari keindahan."

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Agar Anda Dibayar Mahal

Seringkali orang mengeluh kalau dibayar sedikit. Begitu juga sebaliknya, begitu girang tak karuan saat dibayar mahal. Apalagi Anda sebagai pembicara yang kadang ditanyain berapa tarifnya, berapa bayarnya, berapa investasinya.

Daripada Anda fokus bagaimana dibayar mahal, maka lebih fokus lagi bagaimana membuat Anda layak dan pantas dibayar mahal. Karena apa? Percuma saja Anda menarif diri Anda mahal tapi tidak ada klien yang menyanggupi. Lebih baik, apa yang mereka bayar sesuai dengan kapasitas kita, jam terbang kita, pengalaman kita, dan juga keahlian kita. Jadi adil dan menentramkan.

Ada saatnya kita tampil dibayar mahal. Namun jangan berhenti disini. Ada kalanya Anda juga harus mau menurunkan harga jika yang mengundang lembaga-lembaga nirlaba atau sosial. Kalau Anda tidak begini, Anda akan dirudung sial. Nah yang terakhir, yang guru saya ajarkan supaya kita nantinya bisa dibayar mahal dan fenomenal, maka kita juga harus berani dan memaksa diri mengisi yang sosial, alias tidak dibayar sama sekali.

Banyak motivator dan trainer besar yang saya jumpai, jadi besar juga karena harga sosial tadi. Dia mengisi di masjid, di gereja, tidak dibayar sama sekali, bahkan keluar biaya untuk transportasi. Tapi Allah SWT Maha Adil dan Maha Melihat itu semua.

Training Sosial di Masjid


Apa itu keadilannya?

Ya, tiba-tiba ada job training dari perusahaan-perusahaan besar, atau bank-bank besar, atau lembaga-lembaga besar. Dan itu mahal sekali kita dibayarnya.

Dari itu, wahai para trainer, wahai para motivator, wahai para pembicara, ikhlaskan, luangkan, berkorbanlah untuk kepentingan sosial-sosial Anda. Insyaallah Anda dijamin tidak sial dan akan ada perubahan rezeki Anda yang lebih fenomenal.

Mengerti?

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Milliuner dari Trainer, Bisa?

Pertanyaannya sungguh menggelitik, namun itulah buku yang saya beli. Malah judulnya "Trainerpreneur : Rahasia Menjadi Trainer 1 Miliar". 

Trainerpreneur


Buku yang berharga puluhan ribu itu memang menceritakan kisah penulisnya yang sukses jadi miliarder dari bisnis jasa motivasi menjadi trainer. Bahkan beliau juga membuka kelas trainer sekitar 4 jutaan.

Bagi saya pribadi, sah-sah saja. Namun khusus buat Anda pembaca ini, jadilah trainer dan pembicara yang di-drive bukan karena uang, tapi karena Anda sedang berjuang.

Alhamdulillah nanti uang akan mengikuti Anda dan bisa lebih dari itu semua. Kekuatan kata-kata Anda sebagai pembicara dan sebagai public speaker harus Anda gunakan untuk mengubah dan merubah orang. Karena disitulah letak niat Anda.

Kalau niat Anda hanya untuk uang, Anda akan merasa kering dan hampa. Bahkan belibet dan materi yang Anda sampaikan tidak mengena.

Nah spesial di bulan ramadhan ini, saya akan berikan motivasi inti kenapa Anda menjadi pembicara sejati. Jadilah pembicara untuk mengikuti sunnah Nabi. Nabi punya empat sifat dan salah satunya adalah tabligh dan dalam bahasa kita adalah public speaking.

Maka kalau Anda niatkan untuk mengikuti sunnah, maka semua akan berkah dan pasti hasilnya berlimpah. Tidak hanya sekadar miliarder, triliyuner pun Anda bisa kalau Allah SWT melihat Anda layak dan pantas untuk mendapatkannya.

Jadi siap merubah niat Anda????

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Jadi Pembicara yang Berpengaruh

Di tulisan ini saya akan bongkar rahasia besar bagaimana menjadi pembicara yang berpengaruh. Siap?

Anda pasti pernah lihat pembicara, yang kadang bagi Anda merasa biasa, namun ada juga yang membuat merasa Anda tergugah, terkesima, bahkan terpesona. Berjam-jam pun Anda mengikuti seminarnya, Anda tidak merasa bosan, tidak mengantuk, bahkan makin semangat untuk mengikuti sampai akhir.

Kini, posisi Anda sebagai pembicara, apakah Anda mau menjadi pembicara seperti ini?

Atau malah Anda malah menjadi pembicara yang belum setengah jam acara, sedikit-sedikit peserta seminar Anda sudah bosan dan keluar dari tempat seminar. Entah sekadar ke kamar mandi, atau malah kabur keluar untuk ngobrol atau merokok.

Saya yakin, Anda bukan tipe seperti itu. Nah rahasianya, selain teknik public speaking Anda kuasai yang meliputi penguasaan materi, tools penunjang seminar Anda yang well prepared, dan juga jam terbang Anda yang sudah tinggi. Ini nih ada satu hal yang sering terlupa bahkan malas melakukannya.

Sehingga apa? Semua yang terencana baik jadi berantakan. Semula yang yakin jadi keragu-raguan. Semangat di awal kemudian mengendor dan jadi batal. Apa itu rahasianya?

Ternyata rahasia ini juga diaminkan motivator-motivator besar sebelum saja. Sebut saja Ary Ginanjar, Ippho Santosa, Jamil Azzaini dan motivator lain juga mengamini dan menganggukan kepala setuju.

Apa itu rahasianya?

Rahasia Tahajjud


Sholat tahajjud. Ya sholat tahajjud. Hal ini membuat suara Anda "diberatkan", "diwibawakan", "dibuat berpengaruh" oleh Allah SWT yang punya hak untuk menggenggam dan mengubah peserta seminar Anda.

Semakin Anda sering mengisi, semakin rajin tahajjudlah. Semakin jadwal banyak kosong melompong, lebih-lebih tahajjudlah. Karena bagi pembicara, job adalah rezeki. Tidak ada job ya, gimana mau dapat rezeki.

Tahajjud selain manjur menambah bobot suara lebih berwibawa, juga punya hubungan dengan rezeki. Apa itu? Tahajjud, tahu-tahu harta bersujud. Wah...dahsyat sekali ya...

Memang tahajjud itu sholat untuk menyembah Allah SWT, tapi fadhilahnya, efek sampingya, ya dua hal tadi. Yuk tahajjud....

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Kelas Public Speaking

Pesantren Entrepreneur Ramadhan 2015


Berawal dari saya mengisi sebagai motivator di acara Pesantren Entrepreneur Ramadhan 2015 di Kampus Bisnis Umar Usman, kebetulan ada ibu-ibu yang setelah acara menghampiri saya.

Nah, kebetulan dia punya anak yang masih mahasiswa dan begitu pemalu. Padahal jurusannya adalah dakwah dan tatbiyah. Khan kalau dakwah atau mengajari orang perlu kemampuan public speaking tingkati tinggi. Karena harus mengena dan yang disampaikan bukan hanya pendapat pribadi, namun harus berdasar kitab suci dan tuntunan Nabi.

Oleh karena itu, sang ibu meminta saya untuk menjadi guru privat anaknya. Saya pun menyanggupi. Saya melihat banyak ibu di luar sana atau mungkin juga Anda yang membaca ini, sebenarnya sangat butuh ilmu public speaking, namun bingung harus kemana dan berguru ke siapa.

Insyaallah dengan niat berbagi dan dengan mengutamakan kualitas tinggi, saya akan membuka kelas public speaking privat dengan bentuk coaching selama satu bulan dengan dibagi menjadi empat kali pertemuan. Ya, setelah itu free coaching dengan saya selama setahun.

Apa yang Anda dapatkan?

1. Mengetahui dan membangunkan potensi diri yang terpendam
2. Menjadi pribadi yang percaya diri dan berguna buat sesama
3. 30% teori dan 70% praktek
4. Langsung dengan saya sendiri yang sudah menekuni profesi motivator delapan tahun lebih, menulis dua ebook dan mengasuh beberapa blog edukasi
5. Kesempatan untuk mendapat seminar gratis yang saya isi dan mendapat ebook-ebook saya gratis.

Berapa harga untuk investasi yang luar biasa ini. Kalau di luar, harganya bisa mencapai puluhan juta. Normal untuk kelas public speaking dengan saya adalah Rp10juta. Namun saya tahu, banyak orang yang menginginkan diskon atau potongan harga.

Alhamdulillah ada diskon 50-60% untuk Anda yang action di bulan Agustus ini.

Selamat menjadi praktisi public speaking yang handal!

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School