Rabu, 08 Juli 2015

Harusnya Kerja Itu Seperti Ini

Training Motivasi


"Apapun profesi Anda, pastikan Anda bisa terus belajar, Anda menambah relasi, dan yang terakhir Anda mendapat penghidupan yang sejahtera. Jangan pincang salah satunya," kata guru saya.

Nah, sebagai motivator, saya sangat bersyukur bahwa saya selalu terus belajar dan bertumbuh. Ketemu dengan orang-orang baru, berkunjung di tempat baru, dan seringkali selesai training, saya mengobrol dengan kepala sekolah, guru, atau manajer, atau pejabat-pejabat disana yang tentunya ini adalah tambahan ilmu baru buat saya.

Apapun profesi Anda, pastikan Anda tetap dan terus belajar sebagai rumus kerja di artikel ini.

Kedua, saya menambah jaringan baru. Bahkan facebook pertama saya sudah 5.000 teman lebih sehingga harus bikin facebook baru lagi. Yang mengucapkan hari raya, ulang tahun sangat banyak karena kontak telepon di handphone saya sangat banyak.

Apapun profesi Anda, Anda harus bertumbuh relasi. Relasi artinya rezeki.

Ketiga, pastikan juga profesi dan kerja Anda harus menghasilkan uang yang membuat hidup Anda sejahtera. Jika tidak, ganti. Seperti saya, rata-rata sekolah membayar jasa training motivasi bisa sampai 3 juta, bahkan kalau perusahaan bisa 5 juta. Tidak itu saja, pernah memegang event acara yang sampai puluhan juta.

Apapun profesi Anda, pastikan menjamin keberlangsungan hidup Anda untuk menjadi sejahtera.

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Saat Membahagiakan Orang Tua

Salah satu yang saya syukuri menjadi motivator, trainer dan public speaker adalah saat saya tampil di hadapan ratusan peserta dan ayah saya melihat dan mengamati saya dari belakang.

Saya merasakan betapa beliau bangga punya anak seperti saya. Bisa bermanfaat, bisa memotivasi, bisa membuat nangis ratusan peserta, bisa menggugah dan mengubah.

Pengalaman itu terjadi tepat tiga tahun saat saya menjalani profesi ini. Tempatnya di SMAN 67 Jakarta dan banyak guru-guru disana.

SMAN 67 punya cerita buat saya


Satu momen yang membuat saya terharu dan meneteskan air mata adalah, sengaja saya panggil ayah saya ke depan panggung dan saya katakan, "Terima kasih ayah sudah membesarkan saya hingga seperti ini."

Sontak semua meneteskan air mata.

Sekarang saya tantang Anda, apapun profesi Anda, buatlah bangga orang tua Anda. Ayah-ibu Anda...

Terus terang ibu saya sudah meninggal. Dan saya niatkan jika dalam training saya ada kebaikan, maka kebaikan tersebut saya persembahkan buat ibu saya yang meninggal. Saya ingin sekali jadi anak shaleh yang menjadi investasi mahal buat ibu saya di alam kekal.

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Motivator Muda, Siapa Takut??

Saya memulai profesi ini di usia 21 tahun. Masih belia, masih muda. Masih grubak grubuk, masih grusa-grusu. Namun seiring bertambah usia, makin bijaksana dan makin dewasa.

Nih ada 3 hal yang tidak saya lupakan saat saya melakukan kesalahan-kesalahan menjadi motivator di saat usia muda. Namun itu semua menjadi pembelajaran berharga untuk perbaikan ke depannya, dan untuk Anda pembicara pemula bisa menjadi pelajaran.

1. Lupa bawa laptop



Laptop, penting untuk peraga training



Saat itu diundang di PT Yutaka, sebuah pabrik untuk menghasilkan onderdil motor. Saya baru saja wisuda S1 paginya sekitar pukul 08.00 dan pukul 10.00 pagi harus meluncur dari Depok ke kawasan Jababeka, Cikarang. Untungnya ada sahabat saya yang membantu sebagai driver dan asisten. Nah saking buru-burunya akhirnya laptop yang berisi materi training itu ketinggalan.

Lalu gimana kelanjutannya? Alhamdulillah saya membawa beberapa alat games yang bisa mengisi untuk satu jam acara, sambil dengan jurus tangan kosong tanpa laptop dan tanpa slide alhamdullilah semua peserta termotivasi dan tidak merasakan adanya kekurangan yang ada di saya.

2. Salah prediksi tempat

Subang, ternyata jauh


Saat itu diundang oleh perusahaan besar di daerah Cempaka Putih. Saat ditelepon saya tahunya Subang. Berhubung saya kira dekat Bogor dan juga dekat Depok, tempat tinggal saya, ya saya sanggupi.

Eh ternyata, Subang yang dimaksud adalah sebelum Bandung. Mobil tidak ada, dan kalaupun pakai motor, tidak akan terkejar. Apalagi paginya saya baru balik dari Semarang. Jadi kondisi lelah luar biasa.

Akhirnya saya cancel dan saya mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya. Lalu saya silaturrahim ke klien saya tersebut sambil menenteng buah tangan yang bisa menjadi pelipur karena kecewa saya tidak jadi mengisi. Oleh karena itu, selalu cek tempat!!!

3. Gara-gara hemat


Bus padat, sesak, dan tidak nyaman


Wah, perjalanan Jakarta-Semarang memang singkat. Belum satu jam sudah mendarat. Padahal saat itu saya membawa satu asisten trainer. Tak dinyana saat pulang, saya belum dibelikan tiket pesawat, dan juga mau dibelikan tiket kereta juga habis.

Jatuhnya akhirnya kita naik bus. Busnya yang ekonomi tidak pakai AC dan saya kira jarak Semarang-Jakarta dekat. Ternyata jauh parah. Saya tidak enak kepada asisten trainer saya tersebut. Dan lain kali, kalau saya mengajak orang, teman, atau siapapun jangan hanya berbagi duka saja, namun juga berbagi suka.

Mungkin Anda tertawa, tapi saat saya menjalaninya berdegup jantung parah...Ternyata sekarang menjadi kenangan indah!

Jadi selagi muda, Anda ingin apa, seperti saya mau jadi motivator, lakukan saja. Dan kalau salah, ingat kata-kata saya ini, "kesalahan adalah bagian dari keindahan."

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Agar Anda Dibayar Mahal

Seringkali orang mengeluh kalau dibayar sedikit. Begitu juga sebaliknya, begitu girang tak karuan saat dibayar mahal. Apalagi Anda sebagai pembicara yang kadang ditanyain berapa tarifnya, berapa bayarnya, berapa investasinya.

Daripada Anda fokus bagaimana dibayar mahal, maka lebih fokus lagi bagaimana membuat Anda layak dan pantas dibayar mahal. Karena apa? Percuma saja Anda menarif diri Anda mahal tapi tidak ada klien yang menyanggupi. Lebih baik, apa yang mereka bayar sesuai dengan kapasitas kita, jam terbang kita, pengalaman kita, dan juga keahlian kita. Jadi adil dan menentramkan.

Ada saatnya kita tampil dibayar mahal. Namun jangan berhenti disini. Ada kalanya Anda juga harus mau menurunkan harga jika yang mengundang lembaga-lembaga nirlaba atau sosial. Kalau Anda tidak begini, Anda akan dirudung sial. Nah yang terakhir, yang guru saya ajarkan supaya kita nantinya bisa dibayar mahal dan fenomenal, maka kita juga harus berani dan memaksa diri mengisi yang sosial, alias tidak dibayar sama sekali.

Banyak motivator dan trainer besar yang saya jumpai, jadi besar juga karena harga sosial tadi. Dia mengisi di masjid, di gereja, tidak dibayar sama sekali, bahkan keluar biaya untuk transportasi. Tapi Allah SWT Maha Adil dan Maha Melihat itu semua.

Training Sosial di Masjid


Apa itu keadilannya?

Ya, tiba-tiba ada job training dari perusahaan-perusahaan besar, atau bank-bank besar, atau lembaga-lembaga besar. Dan itu mahal sekali kita dibayarnya.

Dari itu, wahai para trainer, wahai para motivator, wahai para pembicara, ikhlaskan, luangkan, berkorbanlah untuk kepentingan sosial-sosial Anda. Insyaallah Anda dijamin tidak sial dan akan ada perubahan rezeki Anda yang lebih fenomenal.

Mengerti?

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Milliuner dari Trainer, Bisa?

Pertanyaannya sungguh menggelitik, namun itulah buku yang saya beli. Malah judulnya "Trainerpreneur : Rahasia Menjadi Trainer 1 Miliar". 

Trainerpreneur


Buku yang berharga puluhan ribu itu memang menceritakan kisah penulisnya yang sukses jadi miliarder dari bisnis jasa motivasi menjadi trainer. Bahkan beliau juga membuka kelas trainer sekitar 4 jutaan.

Bagi saya pribadi, sah-sah saja. Namun khusus buat Anda pembaca ini, jadilah trainer dan pembicara yang di-drive bukan karena uang, tapi karena Anda sedang berjuang.

Alhamdulillah nanti uang akan mengikuti Anda dan bisa lebih dari itu semua. Kekuatan kata-kata Anda sebagai pembicara dan sebagai public speaker harus Anda gunakan untuk mengubah dan merubah orang. Karena disitulah letak niat Anda.

Kalau niat Anda hanya untuk uang, Anda akan merasa kering dan hampa. Bahkan belibet dan materi yang Anda sampaikan tidak mengena.

Nah spesial di bulan ramadhan ini, saya akan berikan motivasi inti kenapa Anda menjadi pembicara sejati. Jadilah pembicara untuk mengikuti sunnah Nabi. Nabi punya empat sifat dan salah satunya adalah tabligh dan dalam bahasa kita adalah public speaking.

Maka kalau Anda niatkan untuk mengikuti sunnah, maka semua akan berkah dan pasti hasilnya berlimpah. Tidak hanya sekadar miliarder, triliyuner pun Anda bisa kalau Allah SWT melihat Anda layak dan pantas untuk mendapatkannya.

Jadi siap merubah niat Anda????

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Jadi Pembicara yang Berpengaruh

Di tulisan ini saya akan bongkar rahasia besar bagaimana menjadi pembicara yang berpengaruh. Siap?

Anda pasti pernah lihat pembicara, yang kadang bagi Anda merasa biasa, namun ada juga yang membuat merasa Anda tergugah, terkesima, bahkan terpesona. Berjam-jam pun Anda mengikuti seminarnya, Anda tidak merasa bosan, tidak mengantuk, bahkan makin semangat untuk mengikuti sampai akhir.

Kini, posisi Anda sebagai pembicara, apakah Anda mau menjadi pembicara seperti ini?

Atau malah Anda malah menjadi pembicara yang belum setengah jam acara, sedikit-sedikit peserta seminar Anda sudah bosan dan keluar dari tempat seminar. Entah sekadar ke kamar mandi, atau malah kabur keluar untuk ngobrol atau merokok.

Saya yakin, Anda bukan tipe seperti itu. Nah rahasianya, selain teknik public speaking Anda kuasai yang meliputi penguasaan materi, tools penunjang seminar Anda yang well prepared, dan juga jam terbang Anda yang sudah tinggi. Ini nih ada satu hal yang sering terlupa bahkan malas melakukannya.

Sehingga apa? Semua yang terencana baik jadi berantakan. Semula yang yakin jadi keragu-raguan. Semangat di awal kemudian mengendor dan jadi batal. Apa itu rahasianya?

Ternyata rahasia ini juga diaminkan motivator-motivator besar sebelum saja. Sebut saja Ary Ginanjar, Ippho Santosa, Jamil Azzaini dan motivator lain juga mengamini dan menganggukan kepala setuju.

Apa itu rahasianya?

Rahasia Tahajjud


Sholat tahajjud. Ya sholat tahajjud. Hal ini membuat suara Anda "diberatkan", "diwibawakan", "dibuat berpengaruh" oleh Allah SWT yang punya hak untuk menggenggam dan mengubah peserta seminar Anda.

Semakin Anda sering mengisi, semakin rajin tahajjudlah. Semakin jadwal banyak kosong melompong, lebih-lebih tahajjudlah. Karena bagi pembicara, job adalah rezeki. Tidak ada job ya, gimana mau dapat rezeki.

Tahajjud selain manjur menambah bobot suara lebih berwibawa, juga punya hubungan dengan rezeki. Apa itu? Tahajjud, tahu-tahu harta bersujud. Wah...dahsyat sekali ya...

Memang tahajjud itu sholat untuk menyembah Allah SWT, tapi fadhilahnya, efek sampingya, ya dua hal tadi. Yuk tahajjud....

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Kelas Public Speaking

Pesantren Entrepreneur Ramadhan 2015


Berawal dari saya mengisi sebagai motivator di acara Pesantren Entrepreneur Ramadhan 2015 di Kampus Bisnis Umar Usman, kebetulan ada ibu-ibu yang setelah acara menghampiri saya.

Nah, kebetulan dia punya anak yang masih mahasiswa dan begitu pemalu. Padahal jurusannya adalah dakwah dan tatbiyah. Khan kalau dakwah atau mengajari orang perlu kemampuan public speaking tingkati tinggi. Karena harus mengena dan yang disampaikan bukan hanya pendapat pribadi, namun harus berdasar kitab suci dan tuntunan Nabi.

Oleh karena itu, sang ibu meminta saya untuk menjadi guru privat anaknya. Saya pun menyanggupi. Saya melihat banyak ibu di luar sana atau mungkin juga Anda yang membaca ini, sebenarnya sangat butuh ilmu public speaking, namun bingung harus kemana dan berguru ke siapa.

Insyaallah dengan niat berbagi dan dengan mengutamakan kualitas tinggi, saya akan membuka kelas public speaking privat dengan bentuk coaching selama satu bulan dengan dibagi menjadi empat kali pertemuan. Ya, setelah itu free coaching dengan saya selama setahun.

Apa yang Anda dapatkan?

1. Mengetahui dan membangunkan potensi diri yang terpendam
2. Menjadi pribadi yang percaya diri dan berguna buat sesama
3. 30% teori dan 70% praktek
4. Langsung dengan saya sendiri yang sudah menekuni profesi motivator delapan tahun lebih, menulis dua ebook dan mengasuh beberapa blog edukasi
5. Kesempatan untuk mendapat seminar gratis yang saya isi dan mendapat ebook-ebook saya gratis.

Berapa harga untuk investasi yang luar biasa ini. Kalau di luar, harganya bisa mencapai puluhan juta. Normal untuk kelas public speaking dengan saya adalah Rp10juta. Namun saya tahu, banyak orang yang menginginkan diskon atau potongan harga.

Alhamdulillah ada diskon 50-60% untuk Anda yang action di bulan Agustus ini.

Selamat menjadi praktisi public speaking yang handal!

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

5 Langkah Mudah Jadi Motivator

1. Berguru kepada orang yang mau mendidik Anda

Dengan Berguru Membuat Anda Cepat Maju


Ini adalah cara tercepat yang saya tahu untuk Anda. Daripada Anda mencoba sendiri, lama dan habiskan tenaga. Namun jika kita berguru, maka semakin cepat sukses yang dituju. Saya bisa membuktikan teman-teman saya yang kesuksesan sebagai motivatornya cepat maju karena berguru. Anda Pak Aris Setyawan yang berguru langsung ke Pak Aris Ahmad Jaya, beliau ini adalah pendiri ABCO Training. Ada lagi Mas Ardi Gunawan dan Mas Wendy yang berguru kepada Ippho Santosa, beliau ini adalah motivator pakar otak kanan. Ada Pak Ridwan Mukri yang berguru kepada Ary Ginanjar, pendiri ESQ Leadership Center. Dan banyak lagi yang lainnya.

2. Banyak membaca buku

Membaca Adalah Kebiasaan Wajib Pembicara


Nah, buku-buku "Awaken The Giant Within" karya Anthony Robbin, "7 Habbit for Highly Effective" karya Steven Covey, buku "Rich Dad Poor Dad" karya Robertyo Kyosaki, "Financial Revolution" Tung Desem, "ESQ Way" Ary Ginanjar, "7 Keajaiban Rezeki" Ippho Santosa dan buku-buku yang lain, wajib Anda baca jika Anda ingin menjadi public speaker seperti motivator-motivator yang ada sebelumnya. Tanpa membaca buku, isi motivasi Anda akan kosong dan hampa. Buku-buku itu bisa menjadi referensi Anda. Karena sebenarnya tidak ada motivasi yang baru di dunia ini. Yang ada hanyalah kombinasi baru. Anda gabung saja ilmu beberapa motivator yang sudah tenar duluan, untuk Anda ramu menjadi metode Anda. Ini bisa menjadi percepatan untuk Anda sendiri punya materi yang powerfull, geuine, dan asli.

3. Mulai dari lingkungan terkecil

Mulai Praktek di Lingkuan Terkecil


Jangan takut untuk memulai karier motivator Anda walaupun level asrama kampus. Bahkan saya sendiri mengklaim sebagai motivator di asrama beasiswa saya, Etos Domper Dhuafa yang berpenghuni dua puluhan. Dan belum ada yang order. Namun saya terus buktikan bahwa saya bisa dan mampu mengisi training dengan peserta puluhan, ratusan, bahkan ribuan. Tercatat, saya pernah diundang di Pesta Sains Nasional IPB dengan peserta terbanyak 1.500 peserta. Wow! Jadi jangan lihat kecilnya dulu, terus buktikan diri, maka jumlah peserta Anda akan membesar sendiri.

4. Siap dibayar "2M"

"2M" bukan 2 Miliar


Nah, kesalahan fatal bagi motivator pemula adalah sudah menentukan tarif padahal nilai dirinya boleh jadi belum sepadan dengan jasa motivasinya. Apa yang harus dilakukan? Ya, setahun pertama, tirulah Bong Chandra, yang mengklaim diri motivator termuda se-Asia. Ya, setahun pertama bukan ngomongin duit dan bayaran. Apalagi tarif. Fokus ke pelayanan, fokus ke materi yang powerfull, dan terlebih lagi fokus kepada kepuasan pelanggan Anda. Relasi dan network adalah kata kunci di tahun pertama dan inilah pondasi dasar untuk Anda menjadi motivator besar selanjutnya. Nah, Anda pasti bertanya, apa itu "2M"? "2M" adalah singkatan, "Makasih Mas" saat Anda tidak dibayar..hehe...Bukannya Anda tidak dibayar, tapi Anda masih belajar.

5. Terus berinovasi

Inovasi atau Mati


Tidak ada yang mengalahkan asah gergaji kalao pake istilah Steven Covey. Atau Anthony Robbin menyebutnya continues improvement. Atau di Jepang dikasih nama Kaizen. Jika Anda ingin menjadi motivator kini dan nanti diundang terus di tahun-tahun berikutnya, Anda harus berani berinovasi, baik dalam penyampaian materi, isi materi, metode materinya dan semuanya. Dengan Anda melakukan inovasi, akan selalu ada yang baru dari motivasi Anda. So, jangan berhenti belajar yah...

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Saat Kehabisan Ide

Saat Anda Kehabisan Ide


Pernah saat menjadi pembicara sebuah acara yang dikasih dua jam, eh setelah satu jam, materi yang kita bawakan sudah habi.

Hayo gimana solusinya????

Anda yang suka mengisi acara pasti pernah mengalami ini di masa-masa awal karier Anda. Nah, sekadar berbagi tips buat pemula, bahwa hal itu lumrah terjadi.

Kalau ini terjadi, disinilah letak kesejatian Anda menjadi public speaker. Apakah Anda bisa melewatinya atau malah menyerah kalah?

Saran saya, tetap fokus kepada peserta, lihat kebutuhan mereka apa, dan apa yang walaupun materi tidak Anda siapkan tetapi sangat mereka butuhkan. Kasih dan beri. Bisa berupa pengalaman Anda, buku yang Anda baca, harapan Anda, atau mungkin sesuatu hal yang memang harus menjadi keresahan bersama.

Contoh, saat mengisi adik-adik SMA, saya akan tambahin motivasi moral agar mereka tidak pacaran, tidak rokokan, dan tidak males-malesan. Karena ketiga hal tersebut pasti jamak dialami oleh setiap siswa di sekolah. Makanya, bisa jadi hal itu menjadi senjata andalan Anda saat Anda kehabisan ide untuk memotivasi.

Ingat, semakin Anda persiapkan, biasanya kehabisan ide sangat jarang terjadi. Namun jika hal ini akhirnya terjadi, Anda sudah tahu tipsnya. Bahas yang yang mereka sangat butuhkan dan mendesak.

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Rahasia Tidak Lelah

Motivasi Pesantren Ramadhan


Pernah saat di bulan Ramadhan, order job meningkat. Sehari bisa empat bahkan saya harus mengisi di berbagai tempat. Dua jam berdiri, ngomong, memotivasi, sampai saat sesi muhasabah yang membuat banyak peserta menangis tersedu-sedu. Lelah?

Belum lagi saat itu tidak ada mobil. Masih pakai sepeda motor kesana-kemari. Kadang harus pakai angkot kalau tidak mau capek diri. Jadinya naik satu angkot, oper lagi, oper lagi. Lelah?

Mengisi acara yang pesertanya 50 itu beda dengan pesertanya 100, apalagi 300 yang seringkali saat mengisi pesantren ramadhan seluruh siswa kelas 2 dikumpulin jadi satu di aula dan bisa sekitar 300 lebih. Sudah gitu sound system juga tidak memadai. Tapi tetap bisa teriak dan terdengar membahana disana-sini. Lelah?

Alhamdulillah, tidak lelah. Rahasianya adalah ikhlasnya niat kita saat menjadi public speaker, atau motivator, atau guru, atau penceramah untuk Ilahi. Berbagi untuk mengharap ridhoNya. Maka kekuatan kita pun akan dapat dariNya, maka segala kekurangan yang ada pada kita pun akan ditutupiNya.

Subhanalllah sekali ya....

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Kata-Kata yang Mengubah

Motivator Ippho Santosa

Biasanya saya hanya memberikan training kebanyakan di sekolah dan kampus. Mulai dari Aceh, Padang, Banten, Jabodetabek, Semarang, Yogya, Bandung sampai Surabaya pernah saya singgahi. Saat itu masih berstatus mahasiswa S1.

Nah, kemudian saya sangat kagum dengan motivator muda yang namanya Ippho Santosa. Usianya masih 30-an namun motivasinya mampu menggerakkan orang untuk sedekah. Alhasil terkumpul dana 4 miliar rupiah yang dibuat Kampus Bisnis Umar Usman yang sekarang saya jadi salah satu pimpinannya.

Kemudian saya berkaca dan belajar dari guru saya ini, Ippho Santosa. Ternyata rahasianya sederhana, mulai dari impian yang besar. Kalo impiannya besar, maka Allah SWT akan menitipkan potensi-potensi besar pada diri kita untuk sebagai alat bantu mewujudkannya.

Kalau hanya untuk memotivasi, sudah. Kalau hanya untuk mengubah dan menggugah, sudah. Lalu pastikan mereka yang termotivasi dan tergugah tersebut melakukan langkah nyata. Misalnya mendirikan kampus, mendirikan pesantren, membantu korban kemanusiaan, dan lain-lain. Intinya bukan untuk kepentingan diri sendiri, namun untuk kepentingan umat yang jauh lebih besar.

Maka Anda yang sekarang profesinya ada kata-kata di dalamnya dan bisa menggerakkan. Pastikan Anda gunakan senjata tersebut untuk mewujudkan impian-impian besar Anda yang besar juga manfaatnya untuk umat.

Siaaaaap?????

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Sang Motivator

Motivator JOSS Indonesia



Apa itu motivator???

Saya sudah menekuni profesi ini semenjak dari tahun 2007. Ini artinya sudah hampir delapan tahun saya sudah menggeluti ini. Banyak pelajaran dan hikmah berharga yang bisa saya share untuk Anda.

Namun saya ingin memberikan strong why kenapa akhirnya saya jadi motivator, yang kata orang adalah public speaker yang hebat. 

Sederhananya saya jawab karena saya ingin bermanfaat!

Ya, dengan menjadi pembicara di depan, saya bisa mempunyai kesempatan mempengaruhi orang. Bahkan saya bisa menggerakkan orang untuk berubah. Kekuatan kata-kata itu dahsyat ternyata. Seperti sekarang saya menekuni dunia tulis-menulis. Juga ternyata sama dahsyatnya, mampu menggerakkan, mengubah, dan menggugah orang.

Jadi apapun motivasi Anda untuk menjadi pembicara hebat, pastikan itu adalah hal yang membawa manfaat. Tidak harus menjadi motivator seperti saya, yang pasti adanya Anda membawa berkat buat sesama Anda.

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Profesi Yang Membutuhkan Public Speaking Hebat

Beliau Public Speakingnya Hebat!


Nah ini dia satu topik yang saya tunggu-tunggu.

Dulu semasa saya kecil, saya sering dikatain ibu saya, "laki-laki kok suka ngomong, nanti jadi penjual jamu lho!". Iya saat itu penjual jamu memang mbak yu-mbak yu dan suka ngerumpi, ngomong sana-sini.

Lalu saya diam dan merenung. Presenter berita juga suka ngomong. Terkenal dan dibayar mahal. Saya lihat idola saya, Bung Karno, presiden pertama Indonesia, malah jago ngomong, jago pidato dan orang yang disegani.

Nah semenjak dari situ, saya lebih dalami lagi ilmu public speaking ini. Saya baca ratusan buku, berguru pada puluhan guru, dan hasilnya seperti ini.

Sekarang saya bisa menjadi motivator yang diundang perusahaan, kampus, sekolah dan bahkan lembaga-lembaga sosial atau komersial yang lainnya.

Saya jadi ingat, bahwa sebelum ini, saya adalah guru SD juga untuk beberapa waktu, saya pengajar privat juga, guru ngaji, dan juga ketua beberapa organisasi pemuda. Mungkin itulah yang membawa saya kesini.

Nah, profesi apa yang butuh public speaking hebat? Ya profesi yang butuh ngomong. Saya yakin semua profesi membutuhkannya paling tidak dengan kadar yang berbeda-beda.

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Agar Public Speaking Lancar

Pembicara Besar

Sebagai pembicara, saya alhamdulillah sering bertemu dengan pembicara-pembicara hebat lainnya. Pak Tung Desem Waringin, Ippho Santosa, Andrie Wongso, bahkan sampai James Gwee...

Apa rahasia mereka menjadi pembicara yang hebat dan lancar?

Mereka adalah orang yang punya dedikasi tinggi. Setidaknya ada tiga hal yang saya catat sehingga mereka menjadi pembicara yang dahysat.

1. Mereka mencintai profesinya. Public speaker adalah jiwanya. Tidak hanya berkata-kata, namun mereka mengatakan yang mereka lakukan. Melakukan yang mereka katakan.

2. Mereka mengasah kemampuannya. Saya mengikuti seminarnya untuk beberapa kali. Memang ada pengulangan materi. Namun bobotnya lebih dalam lagi. Lebih fresh. Saya yakin mereka adalah pembelajar sejati.

3. Mereka mengajak audiensnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, lebih hebat lagi, lebih sukses lagi. Itulah yang membuat mereka mengutuk dirinya untuk lebih baik, lebih hebat dan lebih sukses.

So, kalau Anda mau menjadi public speaker yang tidak sekadar lancar namun besar, selalunya ingat tiga hal di atas. Intinya selalu belajar.


Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Mengatasi Grogi

Kalau Sedang Grogi????


Setiap saya memberikan pelatihan public speaking, selalu saja ada yang menanyakan,

"Bagaimana mengatasi grogi?"

Yup, spesial kali ini akan saya berikan tipsnya untuk Anda. Simak ya...

Tidak ada cara untuk menghilangkan grogi.

"Lha, kalau gini, percuma dong!"

Tenang dulu, bahwa memang diciptakan fitrahnya dari Allah SWT bahwa sesuatu yang namanya ngomong di depan umum itu, public speaking itu, bikin kita grogi. Bahkan linglung dan bingung. Namun santai saja, nikmati dan atasi.

Bahkan tidak hanya seorang public speaker, artis penyanyi band yang sering manggung pun, walaupun berkali-kali manggung, masih grogi kok di awal. Kita mengenalnya dengan istilah demam panggung.

Nah, di panggung depan itu seakan magic box dimana kita berada di ruang ajaib. Seluruh perhatian akan ada di kita. Dan tetap tenang aja, karena semakin Anda sering tampil dengan jam terbang tinggi, maka akan sering terbiasa.

Jadi kalo grogi nggak usah worry, tetap tenang dan nikmati.

Salah satu keuntungan kita grogi adalah kita akan selalu prepare atau persiapan lebih baik lagi.

Hehe..mak nyus banget ya pembahasannya....


Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Selasa, 07 Juli 2015

Public Speaking Untuk Bos

Bos Harus Jago Public Speaking


Siapapun Anda, saya berdoa Anda adalah BOS!

Ya, saya pernah tahu ada Ketua RT gemetar saat kasih sambutan. Ada juga Kepala Sekolah yang boring dan garing ngasih pembukaan. Bahkan nggak hanya itu, walikota, bupati sampai gubernur pun ada yang nggak gape public speaking, padahal harusnya untuk level ini penting.

Nah, siapapun Anda, Anda adalah bos. Bos baik bagi Anda yang punya karyawan atau anak buah. Atau minimal Anda adalah bos untuk diri Anda sendiri.

Nah, saya akan berikan tiga tips public speaking untuk bos. Simak ya...

1. Pastikan Anda ngomong di depan dengan hati, karena hanya dengan ini akan sampai ke hati.

2. Hati-hatilah memilih kata-kata yang bagus dan membawa dampak. Jangan marah dan menyakiti. Kalau mau menasehati, lebih baik dengan bicara secara pribadi.

3. Persiapkan materi public speaking Anda. Berlatihlah dan berlatih lagi. Ini akan membuat Anda terlihat berwibawa dan disegani.

Selamat mencoba ini!

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Public Speaking Untuk Khotib

Khotib Harus Public Speaker Terbaik


Nah, ini pasti yang Anda cari jika Anda Ustad atau Pembicara Agama!!!!

Saya sering sedih, saat lihat khotib naik mimbar, kadang ilmunya bagus, namun tidak mengena. Kenapa????

Iya, karena sang khotib tidak menguasai ilmu public speaking. Saya ambil contoh, pas ceramah terawih hari pertama, dan jamaah banyak yang datang anak-anak, malah si penceramah cerita tentang hubungan suami-istri yang dilarang saat puasa. Memang ini benar tapi tidak pada tempatnya. Atau pas khotbah Jum'at, dimana jam siang itu jam susah konsentrasi. harusnya jangan dikasih materi yang berat. Bagusnya adalah hal ringan dan bermanfaat.

Nah, ini penting. Supaya khotbah dan ceramah tidak garing. 

Satu hal lagi yang jarang diakui, kalau ada jamaah yang ngantuk saat kita ceramah, bukan salah dia. Boleh jadi salah kita, ceramahnya nggak menarik dan ngena.

Yuk daripada tersinggung, mending berbenah dan memperbaiki public speaking lagi.

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Latihan Dahsyat Public Speaking

Latihan Public Speaking

Sebulan langsung ahli public speaking, mau?

Nah, ini saya dapat ilmu dari public speaker dunia. Namanya Anthony Robbin. Nah, rata-rata orang hanya mau belajar seminggu sekali. Bahkan paling banter dua kali. Jadi kalau sebulan hanya delapan kali dan setahun total 96 kali.

Nah gimana supaya sebulan langsung bisa? Mudah kalau pakai cara Anthony Robbin. Sehari Anda berlatih tiga-empat kali. Kalau ditotal sebulan, Anda sudah berlatih hampir 96 kali. Artinya, Anda berlatih hanya sebulan, namun orang biasa perlu latihan setahun. Hemat waktu, dan suksesnya cepat dituju.

Lalu bagaimana caranya?

Sederhana dan mudah. Cari orang baru setiap harinya tiga sampai empat. Dan latihan public speaking dengan mereka. Kalau mereka nggak mau, cari yang mau. Yang penting bicara, bicara, dan bicara.

Maka dengan itu public speaking Anda akan terasah dan luar biasa. Yang pasti, pastikan topik pembicaraan Anda adalah yang positif, bermanfaat dan membuat orang lain lebih hebat.

Coba dan buktikan sendiri public speaking Anda akan dahsyat!!!!!


Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School
Pin BB 7CB1C1DB

Public Speaking Itu Mudah

Mudahnya Public Speaking


Kata siapa public speaking itu susah?

Ya, kadang saya melihat banyak pemimpin, pejabat bahkan kepala atau leader saat ngomong di depan begitu membosankan dan menjenuhkan. Padahal sangat disayangkan. Kalau memang sudah naik posisi bahkan gaji, maka kompetensi dan keahlian harusnya juga naik lagi. Salah satunya adalah public speaking.

Makanya, perlu ikut seminar, training atau bahkan workshop public speaking. Bahkan kalau perlu dan ada dana lebih, bisa belajar dengan coach public speaking, seperti saya salah satunya.

Nah, ini adalah investasi Anda di masa depan. Banyak pemimpin hebat, salah satu cirinya adalah pembicara hebat. Banyak juga orang super kaya, salah satu keahliannya adalah public speakingnya luar biasa.

Nah, Anda juga bisa. Public speaking itu mudah. Nih 3 caranya :

1. Berlatih dan berlatih. Di depan cermin ya, bahkan setiap hari.

2. Minta umpan balik, timbal balik, feed back dari audience. Apa yang bagus dan apa yang kurang. Dan teruslah evaluasi dan perbaiki diri.

3. Investasi dengan membaca buku atau berguru dengan public speaker yang sudah ahli.

Bermanfaat banget khan!


Salam


Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Kaya dari Public Speaking

Kaya dari Public Speaking


Bisakah kaya dari Public Speaking?

Wah, pertanyaan Anda akan saya jawab dengan teriak, "BISAAAAA!"
Ini pengalaman nyata saya. Alhamdulillah semenjak kelas dua SMA sudah saya buktikan.

1. Hanya dengan modal public speaking, saya pernah didaulat jadi pembicara di Ikatan Dokter Indonesia Surabaya. Eh, pulang-pulang dapat amplop dan berisi Rp150ribu. Lumayan.

2. Pas kelas tiga, sering ng-MC di acara ulang tahun sweet seventeen temen. Ya, order sebulan minimal dua kali. Dan pulang-pulang, selain bawa makanan, eh ada amplop juga. Masing-masing 100ribuan. Lumayan.

3. Nah ini dia, pas di akhir kuliah, saya seriusin lagi ilmu Public Speaking ini dengan menjadi motivator. Alhamdulillah, pernah satu sesi sekitar 2 jam, dibayar Rp5juta. Wow dan alhamdulillah!

Jadi penasaran khan pengen "Kaya dari Public Speaking". Ikutin terus dan baca selalu postingan blog ini ya....


Salam 


Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School