Rabu, 08 Juli 2015

Agar Anda Dibayar Mahal

Seringkali orang mengeluh kalau dibayar sedikit. Begitu juga sebaliknya, begitu girang tak karuan saat dibayar mahal. Apalagi Anda sebagai pembicara yang kadang ditanyain berapa tarifnya, berapa bayarnya, berapa investasinya.

Daripada Anda fokus bagaimana dibayar mahal, maka lebih fokus lagi bagaimana membuat Anda layak dan pantas dibayar mahal. Karena apa? Percuma saja Anda menarif diri Anda mahal tapi tidak ada klien yang menyanggupi. Lebih baik, apa yang mereka bayar sesuai dengan kapasitas kita, jam terbang kita, pengalaman kita, dan juga keahlian kita. Jadi adil dan menentramkan.

Ada saatnya kita tampil dibayar mahal. Namun jangan berhenti disini. Ada kalanya Anda juga harus mau menurunkan harga jika yang mengundang lembaga-lembaga nirlaba atau sosial. Kalau Anda tidak begini, Anda akan dirudung sial. Nah yang terakhir, yang guru saya ajarkan supaya kita nantinya bisa dibayar mahal dan fenomenal, maka kita juga harus berani dan memaksa diri mengisi yang sosial, alias tidak dibayar sama sekali.

Banyak motivator dan trainer besar yang saya jumpai, jadi besar juga karena harga sosial tadi. Dia mengisi di masjid, di gereja, tidak dibayar sama sekali, bahkan keluar biaya untuk transportasi. Tapi Allah SWT Maha Adil dan Maha Melihat itu semua.

Training Sosial di Masjid


Apa itu keadilannya?

Ya, tiba-tiba ada job training dari perusahaan-perusahaan besar, atau bank-bank besar, atau lembaga-lembaga besar. Dan itu mahal sekali kita dibayarnya.

Dari itu, wahai para trainer, wahai para motivator, wahai para pembicara, ikhlaskan, luangkan, berkorbanlah untuk kepentingan sosial-sosial Anda. Insyaallah Anda dijamin tidak sial dan akan ada perubahan rezeki Anda yang lebih fenomenal.

Mengerti?

Mr JOSS
Wakil Rektor Umar Usman Business School

Tidak ada komentar:

Posting Komentar